TUTORIAL UJIKOM PAKET 4

TUTORIAL UJIKOM PAKET 4




KONFIGURASI UJIKOM PAKET 4

untuk mempermudah kita soal paket 4 ini menjadi beberapa task.

  1. Konfigurasi IP Address, NTP dan NAT Masquerade pada Router
  2. Konfigurasi Web Proxy
  3. Konfigurasi DHCP Server untuk LAN dan WLAN
  4. Konfigurasi Hotspot pada Router (ether3)
  5. Konfigurasi RADIUS Userman pada Router
  6. Opsi 1: Konfigurasi Access Point Mikrotik RouterOS
  7. Opsi 2: Konfigurasi Access Point TPLink
  8. Konfigurasi Firewall

Seperti biasa, pastikan mikrotik telah direset ke no default konfiguration. Selain itu agar kita tidak bingung mana mikrotik yang dijadikan router, mana yang dijadikan accesspoint (jika menggunakan mikrotik). Maka, kita konfigurasi terlebih dahulu identitynya.
Pada winbox mikrotik, buka System > identity. Set Identity sesuai yang kamu inginkan. Di sini saya set "Router" untuk mikrotik yang dijadikan router dan "AP" untuk mikrotik yang dijadikan Access Point.



A. Konfigurasi IP Address, NTP dan NAT Masquerade pada Router

Kita mulai dengan request dhcp client pada ether1.
Buka menu IP > DHCP Client, tambah baru dengan klik icon "+". Pilih interfacenya ether1.

Sehingga ether1 mendapat IP secara otomatis.


Selanjutnya adalah konfigurasi IP address untuk ether2 (LAN) dan ether3 (WLAN), ketentuanya:
ether2 = 192.168.100.1/25
ether3 = 192.168.200.1/24
Caranya buka menu IP > Addresses, tambah baru dengan klik icon "+". Masukan ip address dan interface sesuai ketentuan di soal.


Sekarang ether1-3 sudah dikonfigurasi alamat IP.


Berikutnya coba cek koneksi dari mikrotik ke internet dengan ping. Buka menu New Terminal pada winbox mikrotik.

Jika masih gagal, cek default gateway (buka IP > Route) dan DNS server (buka IP > DNS).



Jika Router sudah terhubung ke internet, selanjutnya agar client bisa terhubung ke internet juga nantinya, kita perlu setting NAT Masquarede.
Buka IP > Firewall > NAT, tambah rule baru dengan parameter yang diisi sebagai berikut.
Chain: scrcnat
Out. Inteface: ether1 (interface yang terhubung ke arah internet)
Action: masquerade



Selain itu kita juga diminta konfiguras NTP (Network Time Protocol) untuk sinkronisasi waktu. Caranya buka menu System > SNTP Client. Cheklist pada opsi enabled kemudian isi
Primary Address: id.pool.ntp.org
Secondary Address: asia.pool.ntp.org


Lalu Apply, maka domain yang kita masukan akan ditranslasikan menjadi IP, dan beberapa parameter di bawahnya otomatis terisi. Artinya kita sudah terhubung dengan NTP server


Sekarang kita pastikan zona waktu pada router mikrotik kita judah sesuai dengan lokasi kita yaitu GMT+7 (Asia/Jakarta). Teman-teman yang di Indonesia Tengah dan Timur silakan menyesuaikan.
Buka menu System > Clock. Setting Timezone-nya sesuai daerah masing-masing. Contoh saya ada di Kebumen, Jawa Tengah. Maka saya set ke Asia/Jakarta. Kemudian klik apply. Perhatikan GMT Offsetnya harusnya sudah sesuai dengan lokasi kita. Demikian pula tanngal dan jamnya.


B. Konfigurasi Web Proxy

Setelah itu itu kita juga perlu mengaktifkan web proxy. Caranya buka menu IP > Web Proxy. Checklist opsi Enabled.
Port biarkan default 8080, checklist juga pada Anonymous, supaya bisa digunakan tanpa login. Cache administratornya ubah menjadi nama@sekolah.sch.id (i.e. winah@sekolah.sch.id).


Untuk web proxy, kita akan mengujinya di akhir, setelah semua konfigurasi soal ini selesai.


C. Konfigurasi DHCP Server untuk LAN dan WLAN

Berikutnya kita konfigurasi DHCP untuk ether2 (LAN) dan ether3 (WLAN). Keduanya ip poolnya diset untuk 99 client. Jadi ip pool pada ether2 kita gunakan 192.168.100.2-192.168.100.100 sedangkan pada ether3 kita gunakan 192.168.200.2-192.168.200.100.
Buka menu IP > DHCP Server, klik DHCP Setup. Kita mulai dari ether2. Biarkan parameternta default, kecuali pada Address to Giveout sesuaikan dengan ip pool di atas.


DHCP Address Space = 192.168.100.0/24
Gateway for DHCP Network = 192.168.100.1
Address to Giveout = 192.168.100.2-192.168.100.100
DNS Server = harus ada, boleh dicustom (contoh: 8.8.8.8, 1.1.1.1)
Lease time = 00:10:00

Lakukan hal serupa untuk konfigurasi dhcp server pada ether3. Jangan lupa ubah address to giveout-nya.
DHCP Address Space = 192.168.200.0/24
Gateway for DHCP Network = 192.168.200.1
Address to Giveout = 192.168.200.2-192.168.200.100
DNS Server = harus ada, boleh dicustom (contoh: 8.8.8.8, 1.1.1.1)
Lease time = 00:10:00

Kita bisa lakukan pengujian pada komputer client yang terhubung dengan kabel (jaringan LAN). Pastikan client mendapat ip di range 192.168.100.2-192.168.100.100 dan bisa terhubung ke internet.


Untuk client wireless akan kita uji nanti setelah konfigurasi wireless dan hotspot.

D. Konfigurasi Hotspot pada Router (ether3)

Jaringan LAN sudah tersambung, sekarang kita konfigurasi untuk jaringan wireless-nya. Pertama, kita buat hotspot server pada router untuk ether3. Hotspot di mikrotik nantinya berfungsi sebagai captive portal atau autentifikasi login user-password. Jadi setelah kita terhubung ke wifi, kita harus masuk atau autentifikasi lagi dengan user acccount. User account ini biasanya digunakan menentukan role atau profil kita. Gunanya role ini nanti bisa menentukan banyak hal, misalnya antara akun guru dan siswa bisa memiliki kecepatan akses, batas waktu koneksi, batas kuota yang berbeda-beda. Dan lainnya sesuai yang kita konfigurasi di mikrotik. Kita akan lihat penerapannya pada bagian Konfigurasi RADIUS untuk Hotspot

.

Buka menu IP > Hotspot, klik Hotspot Setup. Setting hotspot untuk interface ether3.



Biarkan semua parameternya default, kecuali bagian dns name, isi dengan nama domain untuk mengakses login page-nya nanti (i.e. ukk2020.id)



Sekarang kita sudah punya hotspot server untuk ether3 yang nanti akan diteruskan oleh Access Point.

E. Konfigurasi RADIUS Userman pada Router

Menurut wikipedia, RADIUS merupakan kependekan dari Remote Authentication Dial-In User Service adalah sebuah protokol keamanan komputer yang digunakan untuk melakukan autentikasi, otorisasi, dan pendaftaran akun pengguna secara terpusat untuk mengakses jaringan. Hehe.

Seperti yang saya katakan di bagian konfigurasi hotspot. Fitur hotspot mikrotik memungkinkan pengguna melakukan autentifikasi berupa user account untuk terhubung ke jaringan. Hotspot mikrotik sendiri ada management usernya, teman-teman bisa melihatnya di Soal Paket 2, di situ kita mengkonfigurasi user hotspot menggunakan fitur hotspot mikrotik. Jadi data akun user disimpan di mikrotik. Sementara itu dengan RADIUS kita menggunakan server khusus untuk menyimpan data user account tersebut.

Meskipun di lab ini, kita tidak akan menggunakan server luar. Kita akan menjadikan router mikrotik kita sebagai server RADIUS dengan package user-manager. Jadi nanti datanya tetap di simpan di mikrotik tapi dimanage oleh package user-manager bukan oleh package hotspot mikrotik seperti yang di soal paket 2. Tapi kegunaanya sama. Di userman kita juga mensetting parameter seperti limit kecepatan, masa aktif user, dsb.

Installasi User-Manager di Mikrotik

User-manager merupakan paket tambahan yang biasanya terpisah dari paket utama mikrotik (artinya: belum diinstall). Jadi, kita cek dulu apakah userman (begitu biasa user-manager disingkat) sudah terinstall. Caranya buka menu System > Pacakages.



Jika disitu tidak ada pacakage "user-manager", berarti belum diinstall dan kita harus menginstallnya.
Note: Tidak semua mikrotik support userman, karena untuk menginstall package tambahan perlu space pada memori penyimpanan. Mikrotik yang storage-nya hanya 16MB biasa tidak support.

Sebelum menginstall, kita perlu tahu apa type mikrotik kita dan versi berapa. Caranya cukup lihat top bar winbox. Di situ ada keterangan type dan versi mikrotik kita.



Jika sudah tahu type dan versi perangkat mikrotik kita. Sekarang kita download package user-manager di https://mikrotik.com/download. Pilih yang extra package.


Jika sudah didownload, ekstrack filenya cari file "user-manager-xxx.npk" (xxx adalah versi routeros). Upload file tersebut ke mikrotik menggunakan FTP. Untuk windows bisa split screen winbox dan windows explorer kemudian drag and drop filenya ke winbox mikrotik, menu Files. Seperti gambar ini.


Setelah itu reboot mikrotik untuk menginstall packagenya. Pilih System > Reboot.



Akses mikrotik kembali setelah selesai reboot. Cek di System > Packages. Pastikan sekarang sudah terinstall package "user-manager".


Konfigurasi RADIUS untuk Hotspot Mikrotik

Buka menu RADIUS, tambah baru dengan klik icon "+". Di tab general. Pada bagian service, checklist hotspot.
Pada bagian Address isi dengan alamat ip server RADIUS. Karena kita menggunakan RADIUS di server lokal, maka ip addressnya kita dengan ip localhost, 127.0.0.1.
Untuk Secret, anggap saja itu adalah password untuk berinteraksi dengan server RADIUS. Jadi isi selayaknya password, contoh: ukk2020. Secret ini harus sama antara yang kita konfigurasi di mikrotik dan di server RADIUS (userman) nanti. Jadi catat baik-baik ya.


Masih di menu RADIUS, klik tombol Incoming. Checklist opsi Accept.

Kemudian pada menu IP > Hotspot > Server Profiles. Edit (double-click) user profile yang kita gunakan, pilih tab RADIUS, checklist User RADIUS.


Mengenal Macam-Macam Jenis Antena (Payung) Parabola

Mengenal Macam-Macam Jenis Antena (Payung) Parabola

Penggunaan Dish Parabola untuk menangkap sinyal siaran tentulah wajib dimiliki, namun sebelum mela..

$0.00 Ex Tax: $0.00

Showing 1 to 1 of 1 (1 Pages)